Langsung ke konten utama

Eps. 08 : ada apa dengan sementara milik float?



Sebelumnya, aku mau nanya nih, uda pada tau belom Float itu apa?
Bukan float kfc apalagi float mekdi ya, bukan.

Udah tau? atau belom?
Kalo uda tau mantap, kalo belom tau sini biar tak kasih tau.

"Float merupakan sebuah grup musik Indonesia yang didirikan pada tahun 2004. Grup musik ini beranggotakan 3 orang yaitu Hotma "Meng" Roni Simamora, Windra "Bontel" Benyamin, dan Raymond "Remon" Agus Saputra." (sc:wikipedia)

Etapi, berdasarkan yang udah aku baca juga, Float udah beberapa kali gonta-ganti personel. Jadi, foto dan penjelasan singkat tentang apa itu Float juga terkesan gak sinkron. Maapkan.

Singkat cerita, berkenaan dengan Float yang diatas, mereka punya lagu nih, judulnya sementara.
Beberapa minggu belakangan, aku rajin dengerin ini lagu. Sebenernya, udah tau dari lama lagu ini. Tapi, entah ada angin apa tiba-tiba lagu ini keputer lagi di playlist spotifyku.

Awal kali denger, ada beberapa nada yang aku kurang suka, jujur.
Cuma, lama kelamaan, loh kok buat candu seh??!!

Dan ternyata, maknanya emang sedalem itu woy.
Pertama kali, aku mikir ini lagu buat dua orang yang lagi baru-baru putus gitulah, HAHAHA.
Eh ternyata, setelah kuputer berulang-ulang,

....ini lagu buat nasehatin diri sendiri.
jderrr. nah loh.......

Emang kita gaboleh suuzon duluan ya sama sesuatu, kayak yang udah aku perbuat ke sementara-nya float. Maafkan daku.

Ditengah-tengah ini semua, tiba-tiba muncullah hasrat dan dorongan yang kuat untuk menganalisa makna lagu super bagus ini :)

Jadi langsung aja ya kita analisa maknanya satu-satu?

btw, ini murni interpretasi aku sendiri ya, jadi kalo beda sama yang kalian interpretasikan, yo ndak masalah. malah asik, kita bisa diskusi, heheheh.

---

Float - Sementara

Sementara, teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh
Belum saatnya kau jatuh

"disini, ibaratnya kita lagi ngomong sama diri sendiri untuk kasih perintah ke hati, bahwasanya cukup rasakan ketenangan, redakanlah gemuruh yang membuncah pada hatimu, untuk sementara saja, kasih ia jeda, karna sedikit lagi kita akan sampai pada sesuatu yang lebih baik, untuk sekarang, jangan menyerah dulu."

Sementara, ingat lagi mimpi
Juga janji-janji
Jangan kau ingkari lagi

"Ayo, coba ingat lagi, mimpi dan janji apa yang udah pernah direncanain sama diri sendiri, udah pada terlaksana semua belom? kalo belom, segera kejar ia. Jangan kau ingkari lagi diri sendiri yang udah pernah berani buat mimpi seluar-biasa itu."

Percayalah hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti di sini

"Percayalah kalo kita yang diposisi saat ini udah ga perlu terlalu khawatir buat hadapi situasi saat ini, karna toh yang lebih dari ini juga udah pernah kita lewati. Santai aja...."

Sementara, lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku
Hanya ada kau dan aku

"Kalo yang ini, menurutku, untuk sementara, lupakan dulu rindu-rindu-sendu-kelabu yang menghambat bahagiamu. Kita disuruh sadar! bangun hey bangun! Jangan berlarut-larut pada sebuah rindu apalagi kalo ujungnya tak berujung temu ///lah. Bisa juga diartikan kita ga boleh terlalu larut sama masa lalu. Inget, yang kau punya sekarang hanya ada hatimu, dan dirimu sendiri. Masa lalu dan rindu yang semu gaboleh ambil porsi lebih buat menghambat prosesmu."

Dan sementara, akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita berdua

"Biarlah untuk sementara, kau mengarang cerita tentang mimpimu, bayangkan ia jadi nyata. Alangkah bahagia dirimu bukan? Gapapa, karang aja dulu, siapa tau beneran, buat nambah-nambah semangat aja gitu, hehe."

Percayalah hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Oh laraaa, oh la laaa
Percayalah hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Percayalah hati
Lebih dari ini pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Untuk sementara saja
Untuk sementara saja

"Karna ini lirik berulang dan penutup, aku gabung aja ya. Disini mari sama-sama kita percaya, kita udah pernah ngelalui yang lebih kacau dari ini, lebih menyedihkan dari ini, lebih menyakitkan dari ini. Gausah terlalu diambil pusing. Nikmati saja duka lara yang lagi singgah, toh bakal hilang juga kan nantinya? Gaada rasa yang abadi kan? Yaudah, nikmatin aja :) "

---
Sekarang gimana?

Tertarik buat denger lagunya?

Nih, aku kasih linknya kalo mager nyari, btw ini bukan link yang macem-macem ya.

https://open.spotify.com/track/73srNQeD29AhhJJjh69jsE?si=I7_bderHQT2MM39K_I4U-Q

Selamat mendengarkan,
dan selamat berpelukan dengan lagu,
serta hati yang rapuh.

HAHAHAHAHAHA.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edisi Pare; eps.02 : "Gambir, Monas, dan Golden Hour."

Selamat datang di Soetta! Btw, tadi ibu-ibu regale minta foto samaku dan minta nomorku. HAHAHA BERASA ORANG PENTING. "Siapa tau nanti kalo ke medan bisa ketemu." Dan... aku juga pas keluar menuju belalai gajah, minta foto balik ke ibunya, sebagai barang bukti kalo udah sampe di soetta ke grup cemara (isinya keluarga inti doang).          "bersama ibu-ibu biskuit regale asal jambi" "Ini ibu angkat waktu dipesawat, hahaha" komentar ibu itu waktu aku hendak mengirimnya ke grup cemara. Wow, gitu aja hatiku anget coy. Selepas itu, aku jalan dan pisah sama ibu itu. Beliau dijemput anaknya. Aku sebelum dijemput sama Nikmah (kawan coolyah yg ikut ke pare juga), hendak menemui Bang Andre (sepupuku yang kerja disoetta) dulu. Anjir, ternyata kayak gini rasanya pergi sendiri. Seneng. Nyari bagasi sendiri, seneng. Walau masih meraba-raba juga, hahaha. Lepas dari ambil bagasi, aku ketemu Bang Andre di depan pintu penjemputan. Ngobrol-ngobrol sama Ban...

Eps. 01 : kontemplasi

KONTEMPLASI kon.tem.pla.si  /kontèmplasi/ n  renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh malam tadi, aku berbenah isi lemari. sumpek. sampah disana-sini. tapi aku senang. mengapa? mungkin kamu belum pernah dengar kalimat yang bunyinya begini,  "kenangan memang kurang ajar adanya, datang kembali saat belum sempurna menata hati." jelas saja kamu asing dengan kalimat itu, sebab baru saja diolah oleh pikiranku yang belum seberapa ini, hehe.  iya, gak lucu. singkat cerita, tak sengaja kutemukan buku harian ayah dilemari tas-ku. kuputar ingatan jauh-jauh. (2009-2010an) tertujulah pada suatu momentum dimana aku yang kala itu masih duduk di usia sekolah dasar, gabut, dan sedang liburan, iseng-iseng membongkar lemari ayah ibuku (maafkan anak kalian yang kepalang gabut dan kurang ajar ini). entah mengapa semesta mempertemukanku dengan buku biru manis itu. kenapa kubilang manis? karena ukur...