Langsung ke konten utama

Postingan

Eps. 10 : asam manis 2020.

  2020, TERIMAKASIH YA.   pic : https://reputationtoday.in/the-good-the-bad-and-the-ugly-about-2020/ Entah ini akan jadi postingan yang terbit di langit pada 31 Desember saat para kembang api sedang adu jago siapa yang paling meriah dan berisik, atau langit pada 1 Januari yang masih sama berisiknya namun sudah mulai kalem sebab mulai timbul banyak tanya pada kepala manusia yang menikmati para kembang api dibawahnya, "lantas, tahun ini aku harus apa?" Begitu kira-kira bunyinya. Resolusi lagi? Memang bagus sekali.  Namun tampaknya, bagiku, tahun ini akan jadi tahun serba improvisasi. Teruntuk 2020, aku tau kamu banyak  haters. Tapi, aku akan mengacungkan tangan jika ditanya siapa yang sayang kamu. Kilas balik, aku memang tak begitu banyak mengabadikan momen bersama 2020. Jadi, tak banyak foto yang bisa dibagi seandainya aku buat 2020 rewind di instagram. Ah, sudahlah, tak apa. Kalau kuabadikan 2020 dengan kata-kata, bisa saja pembaca tak percaya apa yang sedang di...
Postingan terbaru

Eps. 09 : Komit, Men!

Komit, Men! Apa yang terlintas pertama kali dibenakmu kalau denger kata komitmen? Pacaran, pernikahan, atau... wawancara kepanitiaan? wkwk. Bagi yang sering ikut kepanitiaan atau minimal sekedar daftar kepanitiaan (walau ditolak) pasti gak asing dengan kata komitmen. Kira-kira liriknya begini, “Kalau seandainya kamu masuk kepanitiaan ini, seberapa besar kamu akan berkontribusi disini?” “Semisal kita ada rapat nantinya dan kamu ada jadwal lain, apakah kamu mau berkorban demi rapat kepanitiaan ini?” atau, “Dari 1-10, di skala berapa sih kamu berkomitmen terhadap kepanitiaan ini?” dan dengan lantang serta tidak berdosanya si interviewee, karena takut ditolak, ia berkata, “KOK CUMA SAMPE 10 SIH BANG? ABANG GATAU SEBERAPA BESAR KOMITMEN SAYA DEMI KEPANITIAAN INI? ABANG RAGU SAMA SAYA? ABANG MEMPERTANYAKAN CINTA SAYA? ” Enggak. Enggak. Coba kita maknai lagi, hakikat komitmen yang sesungguhnya. Karena seringkali, kita berlomba-lomba untuk membangun komitmen ...

Eps. 08 : ada apa dengan sementara milik float?

Sebelumnya, aku mau nanya nih, uda pada tau belom Float itu apa? Bukan float kfc apalagi float mekdi ya, bukan. Udah tau? atau belom? Kalo uda tau mantap, kalo belom tau sini biar tak kasih tau. "Float  merupakan sebuah  grup musik   Indonesia  yang didirikan pada tahun  2004 . Grup musik ini beranggotakan 3 orang yaitu Hotma "Meng" Roni Simamora, Windra "Bontel" Benyamin, dan Raymond "Remon" Agus Saputra." (sc:wikipedia) Etapi, berdasarkan yang udah aku baca juga, Float udah beberapa kali gonta-ganti personel. Jadi, foto dan penjelasan singkat tentang apa itu Float juga terkesan gak sinkron. Maapkan. Singkat cerita, berkenaan dengan Float yang diatas, mereka punya lagu nih, judulnya sementara. Beberapa minggu belakangan, aku rajin dengerin ini lagu. Sebenernya, udah tau dari lama lagu ini. Tapi, entah ada angin apa tiba-tiba lagu ini keputer lagi di playlist spotifyku. Awal kali denger, ada beberapa nada yang aku k...

Eps. 07 : mau bilang makasih buat 2019.

hai, masih tanggal 2 kan? belum telat-telat banget lah ya. oke,  postingan ini dibuat pada dini hari di hari kedua pada tahun 2020, tahunnya tikus logam. alhamdulillah, bukan tahunnya tikus got yang sering gigit tupperware mamakku. tribute to 2019, dan segala suka dukanya yang tidak biasa, dimana aku belajar bahwa skenario Tuhan memang susah ditebak, kehidupan ga seindah di film-film, manusia emang beragam isi kepalanya walau rambut sama hitamnya, berdamai dengan diri sendiri, mulai mikirin mau ngapain kedepannya, mulai berani buat ambil resiko, mulai menjalin pertemanan dengan banyak kegagalan, mulai paham bahwa ga selamanya ngalah itu buruk, mulai ngerti banyak hal yang ga bisa dipaksakan, namun belum tentu ga bisa diperjuangkan. ya, 2019 memang bukan tahun terbaikku, tapi sepertinya versi terbaik dari diriku mulai dibentuk oleh 2019. tahun 2019 awal, aku masih ogah-ogahan buat nerima takdir. air mata pertama juga masih karna perkara cint...

Eps. 06 : bumi masih kalah datar sama ini.

PERINGATAN. Tulisan ini sekedar misuh belaka dengan tujuan murni buat misuh saja. Diharap kebijaksanaan pembaca dengan tidak berkomentar, “kurang bersyukur nih, pasti kurang ibadah!! ” kalo sekarang kamu lagi ngerasain : ·          hidup gini-gini aja ·          kalo udah ngeliat temen-temen lama yang dulu samasama ngegembel dan cupu bareng, trus sekarang, “wah, dia udah berubah, udah jelas tujuan hidupnya, pergaulannya udah luas banget pula, ikut ini itu yang bermanfaat.” seneng ngeliat mereka semakin membaik.disisi lain suka malah sedih ke diri sendiri yang jauh dibawah mereka. ·          ngerasa nyampah ·          punya citacita jadi anak kos tapi ga kesampean ·          pengen keluar malem tanpa perasaan gundah ditelponin terus. ·      ...

Eps. 05 : playing-victim kegemaran kita semua!

Halo, calon jenazah :) Jadi belakangan ini, otakku sejujurnya penuh sama tema dan judul yang pengen aku tulis di blog, namun waktunya selalu aja gak merestui. Minggu-minggu ini full dengan ngerjain tugas kelompok, terus kalo ada waktu luang dikit entah apa aja yang kukerjakan, salah satunya rebahan. Karena, REBAHAN ADALAH KEGIATAN SURGAWI DI ATAS BUMI YANG DUNIAWI.  Bahkan "Edisi Pare" aja aku masih ngutang. Walaupun ngutangnya sama diri sendiri sih, hahaha. Nah, sekarang aku lagi ada waktu sedikit untuk nulis. Jadilah tulisan singkat yang akan kubuat mengangkat salah satu tema yang mungkin masih banyak yang bertanya-tanya ‘aPaaN TucH??’. Dan tema yang akan dan segera aku tulis dibawah adalah tak lain dan tak bukan : PLAYING-VICTIM KEGEMARAN KITA SEMUA!  Waktu bimbingan sama dosbing beberapa minggu yang lalu, beliau dan beberapa teman sempat nyeletuk tentang "Playing-Victim" ketika kami lagi dibacakan hasil dari tes kepribadian kami. Aku yang...

Edisi Pare; eps. 03 : "dari stasiun ke stasiun"

Hal yang paling romantis ketika bepergian dengan kereta sepanjang malam ini : melihat nenek yang mengolesi balsem keatas punggung suaminya yang masuk angin, melihat seorang bapak yang duduk sendiri namun sorot matanya lelah dan sepi, melihat suami istri berdampingan yang anaknya juga terlelap disamping mereka, melihat kakek yang berbincang hangat dengan seorang anak perempuan belia yang baru saja dikenalnya namun obrolannya hangat seperti cucu yang lama tak bersua dengan kakeknya, sepasang muda-mudi yang hampir merebahkan kepala di pundak yang satunya padahal belum jelas status mereka apa, dan yang terakhir, aku yang kedapatan mencintai diriku kala menikmati diriku yang mencintai hal-hal sederhana lalu mengabadikannya. 03.00 (hampir) di Stasiun Solobalapan.