Langsung ke konten utama

Eps. 10 : asam manis 2020.

 


2020, TERIMAKASIH YA. 



pic : https://reputationtoday.in/the-good-the-bad-and-the-ugly-about-2020/


Entah ini akan jadi postingan yang terbit di langit pada 31 Desember saat para kembang api sedang adu jago siapa yang paling meriah dan berisik, atau langit pada 1 Januari yang masih sama berisiknya namun sudah mulai kalem sebab mulai timbul banyak tanya pada kepala manusia yang menikmati para kembang api dibawahnya, "lantas, tahun ini aku harus apa?"

Begitu kira-kira bunyinya.

Resolusi lagi? Memang bagus sekali. 
Namun tampaknya, bagiku, tahun ini akan jadi tahun serba improvisasi.

Teruntuk 2020, aku tau kamu banyak haters.
Tapi, aku akan mengacungkan tangan jika ditanya siapa yang sayang kamu.

Kilas balik, aku memang tak begitu banyak mengabadikan momen bersama 2020.
Jadi, tak banyak foto yang bisa dibagi seandainya aku buat 2020 rewind di instagram.
Ah, sudahlah, tak apa.

Kalau kuabadikan 2020 dengan kata-kata, bisa saja pembaca tak percaya apa yang sedang dibacanya.
Kalau saja 2020 lahir dalam wujud manusia, sepertinya ia akan muncul dalam kehidupanku seperti seorang sahabat yang jutek, kritis, namun hangat kalo udah kenal lama.

Kuartal pertama 2020, masih terasa flat-nya hidupku. Terbukti dengan entah berapa kali aku meminta pada Tuhan saat sedang mengasingkan diri ke mesjid terdekat (kampus) agar diberi jeda, yang entah bagaimana caranya didatangkan dengan adanya pandemi berkepanjangan. Musibah, tapi bagiku, itu juga berkah. Oh iya, tak lupa pula, disini aku mulai sedikit lebih sering menulis serta punya wadah mengembangkannya dengan cara apa, walau gak rajin-rajin amat.

Kuartal kedua 2020, mulai terasa ada yang bergerak melonjak pada hari-hariku. Segala emosi bercampur aduk. Apa yang pergi, didatangkan kembali. Senang bukan main. Apa yang ada dibumi, beberapa dipanggil kembali. Sedih bukan main. Oh iya, disini juga banyak nyoba hal baru, termasuk jualan dan mencoba berbagai resep baru. Akhirnya, aku tau aku gak bodoh-bodoh kali didapur.

Kuartal ketiga dan keempat 2020, mulai gila-gilaan. Kuliah online di semester lima, deadline sana-sini, nyoba berbagai kompetisi, event, komunitas, beasiswa, volunteer, magang, apapun dicoba. Prinsipnya, "gapapa gagal, asal gak penasaran." dan, alhamdulillah beberapa muncul dengan bentuk kemenangan, sisanya muncul sebagai pelajaran. Eh, ada juga sih yang berhenti ditengah jalan.

2020, banyak belajarnya, kenalannya, berprosesnya.
2020, banyak senangnya, ketawanya, senyum-senyumnya.

Tapi ternyata, akhir 2020 nggak semanis itu.

Apa yang datang kembali, pergi lagi.
Hancur setengah mati.
Apa yang ada, perlahan kehilangan arti.
Pudar seiring berjalannya waktu, menemukan rumah barunya sendiri-sendiri.
Beberapa bertahan, beberapa lagi memilih pergi.
Tekanan muncul disana dan disini.
Tepat sudah seminggu, bergelut dengan hati, pikiran, dan mata yang nggak senang kalau nggak 'dibasahi'. 

Lihat, setidakmudah ditebak itukan, dunia?

Hahaha, sulit sih. Tapi gapapa.

2021, kita lebih kuat lagi ya?


Selamat tinggal 2020,
Kamu baik.


Medan, 31 Desember 2020 // 23.57










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edisi Pare; eps.02 : "Gambir, Monas, dan Golden Hour."

Selamat datang di Soetta! Btw, tadi ibu-ibu regale minta foto samaku dan minta nomorku. HAHAHA BERASA ORANG PENTING. "Siapa tau nanti kalo ke medan bisa ketemu." Dan... aku juga pas keluar menuju belalai gajah, minta foto balik ke ibunya, sebagai barang bukti kalo udah sampe di soetta ke grup cemara (isinya keluarga inti doang).          "bersama ibu-ibu biskuit regale asal jambi" "Ini ibu angkat waktu dipesawat, hahaha" komentar ibu itu waktu aku hendak mengirimnya ke grup cemara. Wow, gitu aja hatiku anget coy. Selepas itu, aku jalan dan pisah sama ibu itu. Beliau dijemput anaknya. Aku sebelum dijemput sama Nikmah (kawan coolyah yg ikut ke pare juga), hendak menemui Bang Andre (sepupuku yang kerja disoetta) dulu. Anjir, ternyata kayak gini rasanya pergi sendiri. Seneng. Nyari bagasi sendiri, seneng. Walau masih meraba-raba juga, hahaha. Lepas dari ambil bagasi, aku ketemu Bang Andre di depan pintu penjemputan. Ngobrol-ngobrol sama Ban...

Eps. 08 : ada apa dengan sementara milik float?

Sebelumnya, aku mau nanya nih, uda pada tau belom Float itu apa? Bukan float kfc apalagi float mekdi ya, bukan. Udah tau? atau belom? Kalo uda tau mantap, kalo belom tau sini biar tak kasih tau. "Float  merupakan sebuah  grup musik   Indonesia  yang didirikan pada tahun  2004 . Grup musik ini beranggotakan 3 orang yaitu Hotma "Meng" Roni Simamora, Windra "Bontel" Benyamin, dan Raymond "Remon" Agus Saputra." (sc:wikipedia) Etapi, berdasarkan yang udah aku baca juga, Float udah beberapa kali gonta-ganti personel. Jadi, foto dan penjelasan singkat tentang apa itu Float juga terkesan gak sinkron. Maapkan. Singkat cerita, berkenaan dengan Float yang diatas, mereka punya lagu nih, judulnya sementara. Beberapa minggu belakangan, aku rajin dengerin ini lagu. Sebenernya, udah tau dari lama lagu ini. Tapi, entah ada angin apa tiba-tiba lagu ini keputer lagi di playlist spotifyku. Awal kali denger, ada beberapa nada yang aku k...

Eps. 01 : kontemplasi

KONTEMPLASI kon.tem.pla.si  /kontèmplasi/ n  renungan dan sebagainya dengan kebulatan pikiran atau perhatian penuh malam tadi, aku berbenah isi lemari. sumpek. sampah disana-sini. tapi aku senang. mengapa? mungkin kamu belum pernah dengar kalimat yang bunyinya begini,  "kenangan memang kurang ajar adanya, datang kembali saat belum sempurna menata hati." jelas saja kamu asing dengan kalimat itu, sebab baru saja diolah oleh pikiranku yang belum seberapa ini, hehe.  iya, gak lucu. singkat cerita, tak sengaja kutemukan buku harian ayah dilemari tas-ku. kuputar ingatan jauh-jauh. (2009-2010an) tertujulah pada suatu momentum dimana aku yang kala itu masih duduk di usia sekolah dasar, gabut, dan sedang liburan, iseng-iseng membongkar lemari ayah ibuku (maafkan anak kalian yang kepalang gabut dan kurang ajar ini). entah mengapa semesta mempertemukanku dengan buku biru manis itu. kenapa kubilang manis? karena ukur...